Hati - Hati Bisnis latah Kadang Endingnya Bikin Susah

Bisnis latah
Bisnis latah

masbejo.comHati - Hati Bisnis latah Kadang Endingnya Bikin Susah. Sudah lama ingin menulis tentang bisnis latah yang sering mengidapi para pengikut - pengikut yang ingin sukses dengan cara instan. Kesuksesan dalam bisnis memang menjadi dambaan bagi setiap orang, termasuk juga masbejo tentunya. Tapi untuk memilih bisnis apa yang cocok dan berpotensi kita bisa belajar dari tetap eksisnya pedagang bakso keliling yang dari zamanya satu mangkok Rp. 300 samapi berpuluh - puluh ribu rupiah.

Fenomena bisnis batu akik beberapa tahun belakangan menjadi contoh salah satu bisnis latah yang pernah ramai ditekuni oleh kebanyakan orang.

Banyak yang gulung tikar setelah banyak sumber daya yang mereka keluarkan. Para pemain lama memang sudah mendulang untung besar, akan tetapi para pengikut menangis meratap di pojok kamar sambil tersendu - sendu di atas debu lantai yang belum tersapu.

masih banyak contoh lain usaha-usaha latah yang pernah menjadi trend bisnis.

Dan bisnis model ini jelas akan terus ada dan dengan tampilan yang baru.

Dikutip dari tirto.id Dalam bukunya, W. Chan Kim dan Renee Mauborgne juga menjelaskan, ada beberapa jebakan yang harus diwaspadai pelaku usaha dalam menjalankan yang sedang tren terlebih karena latah semata. Jebakan pertama adalah pelaku usaha hanya melihat strategi penciptaan pasar yang berorientasi pada pelanggan.

Jika pebisnis terlalu fokus pada pelanggan yang sudah ada, tanpa melakukan penciptaan pasar baru, maka ia terjebak dalam penciptaan pasar yang berorientasi pelanggan. Nah, untuk menjernihkan kembali bisnis yang sudah keruh atau terlalu banyak pesaing, maka pengusaha harus melampaui persaingan usaha.

Maka hindarilah bisnis latah apapun macamnya, jika tidak ingin susah di kemudian hari dengan mendulang kerugian besar yang berawal dari obsesi wirausaha tanpa strategi.

Memang banyak para motivator bisnis yang menyerukan agar langsung aja buka usaha, eit..eit tunggu dulu, setiap bisnis atau akan mengawali bisnis pikirkan dulu matang - matang.

Kita kalkulasi kemungkinan terburuk dan kemungkinan terbaiknya, peluang pasar masihkah terbuka lebar atau tidak.

Tapi kebanyak pebisnis pemula hanya melihat gambaran keuntunganya semata, karena hanya melihat bisnis orang lain dari luaran sana.

Kita bisa belajar dari para penjual bakso - bakso yang legendaris, bagaimana mereka mengawali bisnisnya dan bisa bertahan lama, dengan mengalami berbagai harga dari tahun - ketahun.

Usaha yang memiliki peluang besar dan tahan lama akan terus bertahan. Dalam bisnis yang paling sulit adalah bertahan, pasti setiap pebisnis atau pengusaha mengalami pasang surut dalam bisnisnya, begitupula para tukang bakso.

kata abang bakso kadang ada masa paceklik, tapi kadang ada masa-masa panen rejeki.

Tapi mereka sadar usaha yang mereka geluti akan tetap laku, sebab bakso adalah salah satu makanan yang digemari dinegeri ini, dari kalangan bawah sampai atas. Dari lidah orang indonesia bagian timur sampai utara banyak yang suka dengan makanan yang satu ini, maka dimanapun tempatnya bakso tetap laku. Berbeda dengan produk baru dengan sistem waralaba yang belum terbukti dan dilakukan ujicoba masalah ketertarikan. Eh dah buru - buru ingin ikut - ikutan buka usaha makanan itu, alhasil beberapa bulan kedepan tinggal gerobak galfalumnya mangkrak.

Sandang, pangan, papan serta peralatan dan apapun yang berhubungan dengan komunikasi akan tetap ramai. Tapi juga kita harus tahu jenis - jenisnya, dan potensinya, berapa orang kemungkinan yang akan membeli.

Masbejo juga pernah terjebak dalam bisnis ikut - ikutan buka toko perlengkapan sablon, tanpa melihat pasar di kota itu ada berapa orang atau pengusaha yang bermain didunia sablon, dan apa saja kebutuhanya. Karena salah prediksi " KO " semua.

Akan tetapi saat usaha yang satunya diperhitungkan dengan matang, alhasil awet sampai sekarang dan mengalami pasang surut dan badai serta goncangan dalam bisnis pernah menghampiri akan tetapi karena sudah diprediksi akan hal itu, bisa kuat sampai sekarang.

Usaha yang sudah disiapkan dengan matang saja, bisa kena badai, apalagi usaha latah, baru tahu, gatau kedepanya asal ikut ikutan saja, alhasil bubar semua modalnya bonusnya istri ngedumel ga henti - henti. 

Masih ingat awal mula usaha wartel zamanya masih sma kalo gasalah, sana - sini buka, saking banyaknya wartel ( warung telephone ) usaha ini langsung KO dengan kemunculan handphone kala itu.

Muncul kembali bisnis konter HP dan jual beli pulsa, wow setiap pengkolan, pertigaan di RT dan RW terdekat pasti ada tu konter, buanyak buanget jumlahnya tak terkontrol, latah usaha ini semakin menjadi tapi tumbang satu persatu hanya pemain besar yang menang disaat negara api menyerang lewat bisnis pulsa rumahan ngisi pulsa lewat rumah bayarnya setelah gajian, KO semua...

Bisnis eskepal mole hehe setiap pinggir jalan banyak, eh galama ga terlihat lagi deh..

Bisnis tuperwooor hehe idola emak - emak kian lama kian ga kedenger gaungnya...

Bisnis - bisnis latah akan kalah dengan bisnis yang dipikirkan matang dan minim pesaing, Yuk jum yang bisnis gorengan dari tahun bahola sampai sekarang bisa bertahan karena gorengan tetap jadi idola para kaum gurih seperti masbejo, gorengan tetap dihati.

Untuk menciptakan trend bisnis seperti yuk jum memang sulit buat para pengejar gengsi, tapi mudah buat para pengejar rejeki.

maksudnya banyak kalangan muda sekarang hanya melihat wahnya usaha yang dia miliki, dengan kesombongan bisa membuka bisnis distro KW, yang bisa buat nongkrok para sobat - sobatnya, yang jelas ga beli sama sekali akan terasa bangga bisa memiliki usaha sendiri, akan tetapi ngenesnya 3 bulan keluar sedikit ga bisa nutup produksi langsung KO, itulah contoh bisnis wah ga ada hasilnya.

tapi mang udin jualan jajanan dan mainan anak keliling SD impres di sekitar desanya sehari dapet 300 rebu bersih bisa nyekolahin anaknya sampai kuliah dan sampai mang udin tua bisnisnya tetep aja sama, awet dan ga latah ga ganti.

kini mang udin menyerahkan usahanya ke anaknya dan berhasil membuka toko mainan yang ramai dikunjungi oleh emak - emak dengan anak - anaknya yang merengek minta dibelikan ultramen ribet dan tamiya.

Aku pernah terpukau dengan konsep bisnis si embah saya, yang jauh dari latah...

kala itu simbah dengan 7 anaknya membuka usaha " Jiwel " search aja di google apa itu " Jiwel " makan khas daerah di jawa..

Tahun 80-an dia sudah mulai jualan, saat makanan lain yang lebih moderen membanjiri dia tidak merasa punya saingan, kualitas jiwelnya tetap simbah pertahankan, malah simbah tambah menu lain yang hampir sejenis tapi lebih yumi, yaitu lopis dan ketan.

Tak disangka dengan ketelatenanya dan tidak mengikuti trend yang latah dengan mengganti usahanya menjadi burger atau kue - kue lain simbah eksis sampai terahir dia pensiun dagang tahun 2015an karena faktor usia.

Apa yang menyebabkan bisnis simbah awet, ya dia tidak termakan dan kepincut hasil yang besar dari usaha-usaha baru yang trendnya disebut bisnis latah.

Bisnis latah sangat berbahaya bagi para pelaku bisnis yang hanya melihat enaknya saja, dalam arti mereka hanya berangan - angan keuntunganya saja.

Beberapakali masbejo lihat opening rumah makan mewah dengan ciri khas sambelnya dengan ucapan selamat telah dibukanya bla.. bla.. bla... dikirim oleh pak bupati, camat, rt, rw, eh... empat bulan berikutnya masbejo lewat.." Ruko ini dijual / dikontrakan " ngenes..itulah hasil bisnis latah tanpa perhitungan...

maka dalam mengawali sebuah bisnis cari usaha yang memiliki peluang besar dan berpotensi secara konsisten mendapatkan hasil.

2 Komentar untuk "Hati - Hati Bisnis latah Kadang Endingnya Bikin Susah"

  1. Peluang bisnis di zaman sekarang memang banyak tapi ya itu harus konsisten. Mengikuti bisnis yang lagi ngetrend juga oke, yang penting konsisten. Karena banyak aspek yang menunjang untuk suksesnya bisnis, salah satunya promosi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. yap intinya konsisten, sebab konsistensi dalam bisnis akan membuat rasa ingin terus berkembang.

      Hapus

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel