Kunci Jawaban PAI Kelas 10 Halaman 61 Pesan Moral “Meraih Hidup Manfaat dengan Menghindari Sifat Berfoya-foya” Riya’” Sum’ah” Takabur dan Hasad”

masbejo.com-Berikut ini Kunci Jawaban PAI Kelas 10 Halaman 61 Pesan Moral “Meraih Hidup Manfaat dengan Menghindari Sifat Berfoya-foya” Riya’” Sum’ah” Takabur dan Hasad”.

Aktivitas 3.2

Amatilah gambar-gambar di bawah ini, kemudian tulislah pesan-pesan moral untuk setiap gambar. Kaitkan pesan moral tersebut dengan tema “Meraih Hidup Manfaat dengan Menghindari Sifat Berfoya-foya, Riya’, Sum’ah, Takabur dan Hasad”!

Jawaban:

1. Gambar pertama adalah tentang seorang perempuan yang berlebih-lebihan dalam berbelanja.
Gambar tersebut menunjukkan orang yang hubbud dunya yaitu orang yang lebih mencintai dam mengutamakan perkara dunia. Islam sangat melarang orang yang melakukan perilaku yang berlebih-lebihan dan boros dalam membelanjakan harta. Sebab boros merupakan sikap setan dengan demikian sikap ini harus dihindari dan berlaku hidup yang sederhana sesuai kebutuhan.

Allah berfirman dalam Surat Al-Isra Ayat 27

إِنَّ ٱلْمُبَذِّرِينَ كَانُوٓا۟ إِخْوَٰنَ ٱلشَّيَٰطِينِ ۖ وَكَانَ ٱلشَّيْطَٰنُ لِرَبِّهِۦ كَفُورًا

Arab-Latin: Innal-mubażżirīna kānū ikhwānasy-syayāṭīn, wa kānasy-syaiṭānu lirabbihī kafụrā

Artinya: Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan dan syaitan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya.

2. Gambar kedua adalah tentang seseorang yang senang menghamburkan uang.
Gaya hidup yang senang berfoya-foya dan menghamburkan harta tidak pada tempatnya adalah perbuatan yang dilarang oleh Allah. Sebagai seorang muslim sebaiknya tidak berlebihan dalam membelanjakan harta.

Allah berfirman dalam Surat Al-Furqan Ayat 67

وَٱلَّذِينَ إِذَآ أَنفَقُوا۟ لَمْ يُسْرِفُوا۟ وَلَمْ يَقْتُرُوا۟ وَكَانَ بَيْنَ ذَٰلِكَ قَوَامًا

Arab-Latin: Wallażīna iżā anfaqụ lam yusrifụ wa lam yaqturụ wa kāna baina żālika qawāmā

Artinya: Dan orang-orang yang apabila membelanjakan (harta), mereka tidak berlebihan, dan tidak (pula) kikir, dan adalah (pembelanjaan itu) di tengah-tengah antara yang demikian.

3. Gambar ketiga adalah seseorang merasa hebat daripada orang lain.
Orang yang selalu merasa lebih hebat dari orang lain disebut juga dengan takabur atau sombong. Sikap ini termasuk penyakit yang sangat dibenci oleh Allah.

Baca Juga :  Kunci Jawaban Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti SMP Kelas 7 halaman 179 Hadis Lengkap dengan Syakal, Terjemah, dan Sumbernya Mengenai Larangan Gibah

Allah berfirman dalam Surat Luqman Ayat 18

وَلَا تُصَعِّرْ خَدَّكَ لِلنَّاسِ وَلَا تَمْشِ فِى ٱلْأَرْضِ مَرَحًا ۖ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يُحِبُّ كُلَّ مُخْتَالٍ فَخُورٍ

Arab-Latin: Wa lā tuṣa”ir khaddaka lin-nāsi wa lā tamsyi fil-arḍi maraḥā, innallāha lā yuḥibbu kulla mukhtālin fakhụr

Artinya: Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.

Sebagai seorang hamba sebaiknya manusia menyadari kelemahan dirinya dan menyadari bahwa Allah adalah Maha Segalanya.

4. Gambar keempat adalah tentang seseorang yang senang memamerkan foto di sosial media.
Senang memamerkan segala sesuatu termasuk dalam perbuatan riya dan sum’ah. Orang-orang dengan sikap tersebut senang memamerkan amal yang dilakukan atau sesuatu yang dimiliki agar mendapatkan pujian dari manusia.

Allah berfirman dalam Surat Al-Baqarah Ayat 264

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ لَا تُبْطِلُوا۟ صَدَقَٰتِكُم بِٱلْمَنِّ وَٱلْأَذَىٰ كَٱلَّذِى يُنفِقُ مَالَهُۥ رِئَآءَ ٱلنَّاسِ وَلَا يُؤْمِنُ بِٱللَّهِ وَٱلْيَوْمِ ٱلْءَاخِرِ ۖ فَمَثَلُهُۥ كَمَثَلِ صَفْوَانٍ عَلَيْهِ تُرَابٌ فَأَصَابَهُۥ وَابِلٌ فَتَرَكَهُۥ صَلْدًا ۖ لَّا يَقْدِرُونَ عَلَىٰ شَىْءٍ مِّمَّا كَسَبُوا۟ ۗ وَٱللَّهُ لَا يَهْدِى ٱلْقَوْمَ ٱلْكَٰفِرِينَ

Arab-Latin: Yā ayyuhallażīna āmanụ lā tubṭilụ ṣadaqātikum bil-manni wal-ażā kallażī yunfiqu mālahụ ri`ā`an-nāsi wa lā yu`minu billāhi wal-yaumil-ākhir, fa maṡaluhụ kamaṡali ṣafwānin ‘alaihi turābun fa aṣābahụ wābilun fa tarakahụ ṣaldā, lā yaqdirụna ‘alā syai`im mimmā kasabụ, wallāhu lā yahdil-qaumal-kāfirīn

Artinya: Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima), seperti orang yang menafkahkan hartanya karena riya kepada manusia dan dia tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian. Maka perumpamaan orang itu seperti batu licin yang di atasnya ada tanah, kemudian batu itu ditimpa hujan lebat, lalu menjadilah dia bersih (tidak bertanah). Mereka tidak menguasai sesuatupun dari apa yang mereka usahakan; dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir.

Baca Juga :  Kunci Jawaban PAI Kelas 10 Halaman 62 Tulislah Nilai-Nilai Keteladanan Dari Artikel Kisah Penghuni Surga

Padahal itu keduanya merupakan sikap yang tercela yang bisa membuat amal ibadah yang dilakukan jadi sia-sia sebab niatnya tidak lurus untuk Allah.

 

Demikian pembahasan Kunci Jawaban PAI Kelas 10 Halaman 61 Pesan Moral “Meraih Hidup Manfaat dengan Menghindari Sifat Berfoya-foya” Riya’” Sum’ah” Takabur dan Hasad”. Semoga pembahasan di atas dapat bermanfaat.