Pengertian Serta Fungsi DLMS Audio Sound System

masbejo.com *_*Pengertian Serta Fungsi DLMS Audio Sound System Seiring dengan perkembangan teknologi di bidang audio profesional, perangkat perangkat audio pun semakin berkembang dengan pesat pula. Perkembangan dunia digital pun ikut merambah ke ranah audio profesional, salah satunya ialah audio converter console yang berjuluk DLMS.
Akan tetapi apa itu DLMS dan apa fungsinya? Nah, pada artikel saya kali ini akan membahas sedikit lebih jauh tentang alat spesial satu ini buat para sound engineer yang baru berkecimpung di dunia tata suara profesional.

Dalam sebuah sistem suara(sound system) membutuhkan apa yang dikenal sebagai audio prosesor. Audio processor ini terdiri dari beberapa audio processing termasuk Equalizer, Delay, Compressor, limiter, dan X-over. Fungsi dari audio processor ini adalah untuk memroses signal suara setelah dari mixer, tujuan agar terdengar lebih baik ditelinga bahkan supaya tidak merusak speaker dan power amplifier, dengan cara meratakan, memadatkan, membatasi, membagi signal audio berdasarkan range freqwensi agar sesuai dengan driver speaker – hingga dapat menambahkan warna tertentu misalnya efek delay, hall, dsb. Pada intinya audio processor adalah beberapa alat yang diperlukan untuk memanagement speaker.

Apa Itu DLMS

DLMS meruakan istilah kependekan dari Digital Loudspeaker Management System.”Digital” adalah teknologi yang dipakai pada sebuah suatu alat, sedangkan “LMS” adalah sistem yang diciptakan untuk mengelola loudspeaker. Jadi DLMS adalah Sistem Audio Digital yang dibuat untuk memudahkan dalam mengelola loudpeaker oleh pengguna.  DLMS adalah  Pengganti console aksesoris sound system biamp. Kemunculannya dikarenakan kebutuhan audio yang mobile(pindah2) dimana pada saat DLMS belum lahir diperlukan banyak console audio seperti eq, compressor, limiter, crossover, biaural (tonecontrol/audioprocessor) yang sekarang ini sudah dibuat ringkes disatu module console yang bernama DLMS. Hal ini mengurangi beban yang dibutuhkan dalam pengangkutan dan dalam segi financial lebih ekonomis

Baca Juga :  Perbedaan jaringan 2.4 GHz vs 5 GHz

Jual Managemen dlms 2 in 6 out PEAVEY VSX 26 original - Jakarta Barat - Home Idn | Tokopedia

Fungsi DLMS

DLMS pada dasarnya adalah crossover active digital, dimana yang bertugas membagi frekwensi signal audio dari mixer sebelum ke power amplifier dan terakhir ke loudspeaker. Hal ini bertujuan untuk memastikan loudspeaker bekerja pada rentang frekwensi optimalnya, untuk menghasilkan suara yang enak didengar ditelinga sekaligus mencegah risiko kerusakan speaker atau bahkan power amplifier. DLMS juga memiliki fungsi-fungsi penting yang sangat dibutuhkan oleh sound engineering, diantara equalizer compresor, limiter, dan crossover.

 

Bisa dikatakan juga DLMS adalah satu unit perangkat digital All in One pengganti dari audio processing analog yang umumnya terdiri dari beberapa perangkat secara terpisah seperti equalizer, compresor, eksternal efk, compressor, limiter dan x-over. Beberapa contoh merk populer DLMS adalah peavey, DBX, behringer.

Cara Kerja DLMS

Dalam perkembangan teknologi yang semakin pesat, istilah digitalisasi adalah bukan barang yang baru. Semua aspek nyaris bisa tersentuh digitalisasi, dan pengelolaan audio secara digital sudah tak terelakkan. Peralatan audio secara digital memudahkan proses routing (meminimalisasi kabel), hingga memudahkan pengoperasian dan setup menu.

Sistem kerja DLMS dimulai dari ketika Anda mengaktifkan, saat itu juga semua sistem konfigurasi pada sistemnya akan bekerja secara otomatis bisa menyesuaikan sendiri. Dalam hal ini fungsi seperti EQ,  limiter, compressor serta crossover sudah aktif semua sesuai dengan setup yang telah diatur dalam sistem oleh perancangnya. Namun meskipun demikian, Anda juga bisa mengubah sistem pengaturan melalui menu yang ada hanya dengan menekan beberapa tombol digital pada panel tergantung fungsi apa yang ingin Anda atur.

Karena berperan juga sebagai crossover, maka pada tampilan menu terdapat sistem koneksi distribusi ke power amplifier dan sistem speaker dengan tulisan jalur band frekuensi output  Low, mid, high(LMH). Fungsi crossover ini bisa diatur alur pendistribusian outputnya sesuai selera apakah mau dibuat 3 way atau 2 way atau lebih.

Contoh DLMS Merk DBX DriveRack 260 

DLMS dalam perkembangannya semakin dilengkapi dengan fitur canggih, sebagai contoh untuk merk DBX DriveRack 260 yaitu :

  • Feedback Elimination : Mengurangi feedback
  • 2.7 Seconds of Alignment and Zone Delay : delay proses
  • RS-232 PC GUI control : Bisa dihubungkan dengan laptop
  • Classic dbx Compression and Limiting : Kompresi dan limitasi
  • Graphic and Parametric EQ : Fungsi equalisasi, pemerataan frekwensi
  • Auto-EQ Function : Fungsi otomatis dari equalizer/default
  • Full Bandpass, Crossover, and Routing Configurations
  • Auto Gain Control : Mengontrol gain secara otomatis
  • Pink Noise Generator and fulltime RTA : Untuk cek respon speaker
  • Setup Wizard with JBL speaker and Crown Power Amplifier Tunings
  • Security Lockout
  • Wall Panel Control Inputs

Setiap DLMS bisa memiliki fitur yang berbeda, ada yang lebih sederhana dan lebih kompleks. Driverack DBX-260 merupakan produk keluaran dari perusahaan Harman yang sudah banyak diakui dikalangan sound engineer. Bisa saja DriveRack 260 dikombinasikan dengan alat yang berbeda lainnya, maka kemungkinan konfigurasi bisa menjadi tak terbatas. Untuk itu silahkan melakukan eksperimen sendiri untuk menemukan cara yang paling efektif dan efisien menurut Anda dalam menjalankan sistim sound Anda.

Kegunaan DLMS

Dengan menggunakan DLMS, Anda akan terbantu dalam menemukan cara yang efektif untuk menentukan sistem routing output FOH maupun sistem monitoring kita dengan fitur equalisasi di setiap output. Menggunakan DLMS diantara Mixer dan Power amplifier maka Anda tak perlu lagi melakukan proses routing audio processing dengan banyak kabel, sehingga menjadi sangat simpel serta  meminimalisir terjadinya noise banyak timbul dari routing.